Share the Dreams

Awal Bulan Ramadhan

Penentuan awal bulan menjelang Ramadhan dan Syawal hampir selalu menjadi trending topic. Sebenarnya penentuan waktu semacam itu juga terdapat pada waktu-waktu lain seperti waktu sholat dan waktu awal di bulan-bulan yang lain. Namun tetaplah yang menjadi hit adalah penentuan awal bulan Ramadhan dan bulan Syawal. Kedua waktu tersebut menjadi sensitif karena menyangkut keakuratan dalam ibadah umat Islam, selain itu juga banyak hal terkait dengan perhelatan sosial budaya masyarakat disekitar kita. Sedangkan penentuan waktu yang lain seperti waktu-waktu sholat tidak tidak begitu sensitif terhadap sosio culture di masyarakat.

Terdapat hadits sahih yang secara eksplisit (tidak memerlukan takwil lanjutan) menjelaskan bahwa: (1) Awal sebuah bulan ditandai dengan terlihatnya hilal, (2) Bila hilal belum terlihat pada waktu maghrib maka tanggal 1 awal bulan digenapkan di hari berikutnya. Inilah yang digunakan umat islam sejak dahulu untuk menentukan awal bulan ramadhan.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, telah muncul kalender sistem hisab yang bisa menetapkan kalender untuk beberapa tahun kedepan. Secara ilmu falaq sistem hisab dapat dikatakan tepat perhitungannya, oleh karenanya masyarakat saat ini sudah tak tidak perlu repot berpikir lagi kapan awal bulan, tinggal lihat kalender yang ada di sistem hisab.

Selisih penetapan awal bulan antara sistem hisab dan rukyat hanya beberapa jam saja, namun demikian pada sistem rukyat bila belum terlihat hilal pada saat yang ditentukan maka akan digenapkan, maka tanggal satu menjadi esok harinya. Perlu diketahui bahwa metode rukyat juga mengacu pada ilmu sains falaq yang sama dengan metode hisab, akan tetapi untuk menentukan tanggal 1 atau awal bulan tetap mempertahankan sesuai kalimat yang dalam hadits sebagai dasarnya. Beberapa pertimbangan menggunakan metode rukyat adalah:

  1. Mempertahankan dasar hukum dari hadits yang otentik.
  2. Tidak ada halangan yang signifikan dalam melaksanakan rukyatul hilal.
  3. Banyak hal yang belum bisa dijangkau dengan akal, berkaitan dengan kalimat-kalimat sumber hukum Islam.
  4. Menerapkan kaidah paling aman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: