Share the Dreams

Menyumbang Darah

“Setetes darah anda meringankan beban sesama”, slogan yang sederhana tapi berbobot.

Teman saya panggilannya Kang Min, ingin menyumbangkan darah ketika ada saudaranya membutuhkan. Berangkatlah dia bersama teman-teman ke rumah sakit untuk donor darah. Sebenarnya Kang Min ini termasuk orang yang bersemangat tinggi, hanya saja nyalinya kecil. Untunglah ketika diambil sample darah dan diperiksa tensi tidak mengalami ganggunan berarti. Usai diambil darahnya lalu kembali ke kantor mengendari motor dengan percaya diri. Di depan RS motornya ambruk dan rupanya dia pingsan. Walah.. jadi ditolong orang dengan becak kembali ke RS, jangan-jangan dia malah perlu tambahan darah! Setelah diperiksa ternyata hanya karena gak cukup nyalinya… nervous yang tertunda, mestinya terjadi tadi tapi ternyata muncul belakangan hehe.. it’s just a flashback joke, sampai sekarang Kang Min belum berani donor darah lagi.

Jum’at kemarin kembali digelar aksi donor darah di kantor, sebenarnya saya mau ikut tapi sayang sekali seminggu yang lalu barusan donor di UTD (Unit Transfusi Darah) PMI. Ngga berani lah kalo baru seminggu, jarak terlalu dekat tidak baik untuk kesehatan. Lalu berapakah jarak idealnya? Sesuai yang disarankan adalah 3 bulan, tetapi kalau kepepetnya jarak 75 hari sudah ok. Tubuh harus diberi kesempatan untuk memperbaharui darah dan memulihkan stamina, dalam perhitungan medis adalah selama 3 bulan.

Ada yang bilang donor darah itu sehat, benarkah? Bisa dibilang begitu karena bisa menjadi indikasi: orang yang darahnya bisa digunakan orang lain berarti dia sehat. Darah akan diproduksi lagi bila tubuh merasa kekurangan. Orang yang sakit akan ketahuan kalau dia sakit karena darah akan melaui proses pengolahan dan screening terhadap penyakit berbahaya misalnya aids, hepatitis dan beberapa penyakit lain.

Sambil menemui temen-temen ngobrol sana-sini, ternyata motivasi orang dalam menyumbangkan darah cukup bervariasai diantaranya:

  1. Keinginan membantu sesama, ingin bersedekah
  2. Untuk mendapatkan efek kesehatan dan membuktikan bahwa dirinya sehat
  3. Mendapat fasilitas perawatan kesehatan gratis
  4. Untuk mendapatkan uang, lho…ada juga to yang kaya gini ?

Yang terakhir ini kabarnya sering dijumpai di sekitar rumah sakit. Mereka menyediakan diri untuk diambil darahnya dan mengharap ada imbalan. Kadang ada juga yang berani diambil lagi dalam jarak hanya seminggu. Bagaimana tidak, mereka menunggu giliran ada orang yang butuh darah yang tidak mempunyai pilihan lain.

Hmm.. gimana nih, semoga para petugas PMI cukup jeli sehingga tidak terjadi hal yang tak diinginkan baik bagi pendonor maupun yang butuh donor.

Saya sendiri bersama teman-teman bermotivasi ingin beramal dan beraktivitas yang sehat. Ada perencanaan yang logis dan saat siap bila dibutuhkan sewaktu-waktu.

Bagaimana dengan anda, ikut donor darah juga?😛

Taut yang berkaitan: Serba-serbi donor darah

Comments on: "Menyumbang Darah" (6)

  1. Sy blm prnh donor darah. Kmrn ada yg perlu banget bantuan donor darah dan kebetulan darahnya sama. Akhirnya sy berani2kan donor darah, eeh ternyata g memenuhi syarat😀 Berat badan g memenuhi syarat krn skr darah yg diambil bukan 250 cc tp 350 cc (aturan baru). Yaah akhirnya g jd donor darah deh (lega jg sih :D)
    Kebetulan unit transfusi darah dkt sm kantor. Jd sering banget org2 yg memerlukan darah dtg k kantor. Jd bnyk jg pegawai yg rutin donor darah. Kl mo donor darah kayake sy hrs menambah berat badan dulu yah😳

  2. #1 Lintang; Donor darah bagi mereka yang menurut perhitungan medis mempunyai kesehatan baik, diantaranya darah mencukupi untuk diri sendiri bahkan diharapkan ada kelebihan cadangan. Kalau berat badan kurang, ada kemungkinan darahnya juga sedikit, maka kalau darahnya dikurangi (didonorkan) dikhawatirkan justru mengganggu kesehatan. Btw berapa berat anda kok nggak boleh donor apakah dibawah ideal? Kalau masih dibawah standar cobalah mencapai berat ideal minimum saja sudah bagus. Sekarang donor 250 cc pun masih ada, bagi yang mau 350 cc (disebut juga dng double) boleh asal beratnya minimal 55 Kg. Mempunyai berat ideal itu baik bagi kesehatan dan kenyamanan, menambah berat lebih mudah dibanding menurunkan. Donor darah baik bagi kesehatan🙂

  3. donor darah di indonesia kayaknya kurang mendapat perhatian yang intens dari pmi. mungkin usaha yang dilakukan sudah cukup baik. namun yang saya lihat dan juga saya alami bahwa tidak ada respon balik atau feedback dari pmi sendiri tentang kondisi darah dari pendonor. padahal banyak kriteria yang harus dipenuhi agar seseorang dapat mendonorkan darahnya di pmi. sehingga menurut hemat saya paling tidak dari pmi ada database yang mencakup data mengenai darah dari para pendonor dan juga kondisi dari darah tersebut, sehingga jikalau darah tersebut tidak layak (pendonor terkena sifilis, hepatits dll, tapi dia tidak mengetahui) untuk didonorkan maka orang yang menjadi donor harus diberitahu sehingga kalau2 dia mendonorakan darahnya lagi itu tidak akan sia-sia.

  4. menyumbang darah itu bukan hanya kebaikan semata. namun, juga melawan ketakutan. coba bayangkan, ditusuk selama beberapa menit. salut untuk para penderma.

  5. jarak donor darah terlalu dekat (seminggu), apa akibatnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: