Share the Dreams

Hak Asasi Hewan

Setidaknya pernah dua kali mengikuti khotbah jum’at yang materinya berkaitan dengan hak asasi hewan. Nara sumbernya dari orang yang berkompeten dalam kedokteran hewan. Belum lama saya membaca kembali masalah ini di blog nya Nur Aini Rahmawati. Sekedar me-refresh kembali mudah-mudahan bermanfaat.

Mematikan hewan (untuk dikonsumsi) secara konvensional adalah memotong pembuluh nadi dan vena di leher dengan menyembelih. Cara itu rupanya mengusik hati sebagian kelompok karena diperkirakan hewan mengalami rasa sakit yang tinggi. Karenanya dikatakan sebagai menyiksa, sehingga tidak humanis dan tidak mengindahkan hak asasi hewan? Selain itu ada juga yang menilai show off (unjuk gigi) perilaku bar-bar dengan pembunuhan besar-besaran saat ibadah Qurban Idul Adha.

Maka dibuatlah metode-metode modern ala barat yaitu dengan melemahkan lalu membunuh. Ada berbagai cara diantaranya membius; memukul otak dengan stunning gun (pistol kejut); menyetrum (dng listrik) dan menusuk jantung; Metode modern tersebut diklaim dapat mengurangi rasa sakit pada hewan sehingga dinilai lebih humanis dan memperhatikan hak asasi hewan.

Adanya dua kateogori metode yaitu: metode konvensional dan metode modern telah menarik Prof. Schultz dan Dr. Hazim dari Universitas Hannover Jerman untuk meneliti masalah tersebut secara ilmiah. Maka mereka mengadakan penelitian pada obyek rasa sakit yang dialami hewan saat disembelih; perbandingan antara metode modern dengan metode konvensional. Deteksi yang digunakan diantaranya adalah EEG (Electroencephalograph) dan ECG (electrocardiogram).

Metode Penelitian:

  1. Beberapa elektroda yang menyentuh permukaan otak ditanam melalui pembedahan dengan berbagai titik yang berbeda di kepala hewan.
  2. Hewan-hewan tersebut dibiarkan melalui proses pemulihan selama beberapa minggu pasca pembedahan.
  3. Beberapa hewan disembelih dengan cepat, menyembelih dengan pisau yang tajam pada leher dengan memotong pembuluh vena dan nadi (cara konvensional).
  4. Beberapa hewan dibunuh dengan pistol kejut dengan metode barat modern.
  5. Selama eksperimen, EEG dan ECG di semua binatang digunakan untuk merekam kondisi dari jantung dan otak sepanjang keadaan penyembelihan dan penembakan.

Hasil rekaman penyembelihan konvensional:

  1. Tiga detik pertama setelah penyembelihan dengan metode penyembelihan konvensional pada EEG tidak terdapat perubahan dari sebelum penyembelihan. Hal ini menandakan bahwa hewan tidak merasakan sakit akibat pemotongan di leher.
  2. Setelah 3 detik EEG memperlihatkan kondisi pingsan dari hewan tersebut karena kehilangan banyak darah dari tubuhnya.
  3. Setelah 6 detik. EEG menyentuh level 0, yang menandakan tidak merasakan sakit.
  4. Ketika level 0 sudah tercapai, jantung masih bekerja dan tulang belakang melakukan reflek yang menyebabkan darah keluar dari tubuh. Ini menyebabkan daging menjadi higenis (sehat) untuk dikonsumsi.

Hasil rekaman metode modern:

  1. Setelah penembakan, hewan tampak tidak sadar.
  2. EEG memperlihatkan sakit setelah penembakan tersebut.
  3. Setelah penyetruman/penembakan jantung berhenti berdetak, hal ini menyebabkan banyak darah yang masih tersimpan dalam tubuh. Sehingga tidak layak dikonsumsi.

Metode modern itu tidak terbukti secara ilmiah mengurangi rasa sakit, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya: hewan merasa jauh lebih tersakiti. Penggunaan stunning gun dapat merusak otak dan kerusakannya menyebar ke daging. Selain itu penggunaan kejutan juga dapat menghentikan detak jantung. Kualitas daging yang didapatkan kurang higienis karena darah tidak keluar secara optimal akibat berhentinya detak jantung.

Cara yang dituntunkan dalam Islam adalah dengan penyembelihan yang sempurna: pisaunya harus tajam dan tepat memotong pembuluh nadi dan vena sehingga semua berlangsung dengan cepat. Darah dapat dipompa keluar oleh jantung yang masih berdetak pasca penyembelihan.

Hewan yang mati bukan disembelih dengan niat karena Allah maka dagingnya tidak dihalalkan. Karenanya ada istilah daging halal dan tidak berdasarkan cara penyembelihan. Seperti terdapat di Qur’an surah Al Maidah ayat 3 yang artinya:

Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala.

Hewan lain yang akan disembelih tidak boleh dibiarkan melihat proses penyembelihan hewan atau melihat pisaunya sekalipun seperti yang terdapa pada hadits:

Apakah kamu akan membunuhnya, sesudah dia menjadi bangkai? Mengapa tidak kamu asah pisaumu itu sebelum binatang tersebut kamu baringkan?” (Riwayat Hakim)

Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh karena itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu.” (Riwayat Muslim)

Subhanallah.. kalau kita perhatikan tuntunan itu adalah ilmu yang sangat berguna bagi manusia. Bayangkan dahulu kala ketika tidak ada orang memikirkan masalah hak asasi hewan, ternyata ada juga petunjuk bagaimana menyembelih yang baik dan mendapatkan daging yang higienis. Selamat ber-qurban.

Comments on: "Hak Asasi Hewan" (11)

  1. Terima kasih telah memberikan penjelasan untuk metode barat
    Ini ada temen yang bertanya, bagaimana anatar hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah dan tidak ?
    Ada penelitiannya gak ya ?

  2. #Nur Aini, saya belum menemukan penelitian utk masalah itu (perbedaan hewan disembelih dng nama Allah dan tidak). Insya Allah kalau ada saya informasikan. Yang pasti kalau tidak dengan menyebutkan nama Allah metode penyembelihan belum tentu halal.

    Pernah dengar aja penelitian di Jepang: air minum yang di doakan dan tidak ada perbedaan kristal airnya.

  3. salam kenal dan dapatkan PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES LAYANAN PENUH 24 JAM

  4. menurut saya satu-satunya menjamin hak asasi hewan adalah dengan tidak lagi melakukan pembunuhan dan konsumsi hewan, hewan tidak diciptakan untuk dimakan melainkan untuk menemani manusia. menurut saya tidak cukup dengan mengurangi penderitaan ketika disembelih kalau mau menghilangkan penderitaan sapi yang lucu, kambing yang lucu, kelinci yang imut, bahkan ular yang unik, yang sama-sama merupakan ciptaan ibunda kita, stop eating them…

  5. kebetulan saya lagi kerjain tugas tentang hak asasi hewan kayak begini, banyak kasus nya sejenis ini seperti pemotongan ekor dan kuping anjing doberman dengan tujuan keindahan dan amputasi paruh ayam (debeaking)dengan tujuan agar ayam tidak saling mematuk dalam 1 kandang, kalau 2 hal seperti itu bisa kita hindari dengan mudah dan cari solusinya, tapi dalam penyembelihan kan tidak mungkin menyuruh seluruh umat manusia menjadi vegetarian seperti yang dikatakan yellow, yaitu dengan mengambil tindakan stop makan hewan. kalo mnurut saya cara konvensional dan modern di atas memang dijelaskan secara tepat, kalau sara saya kenapa tidak ambil pilihan ke 3? kita gabungkan cara barat dan konvensional yaitu seperti jaman prancis dahulu dengan mnggunakan guilotine (pemenggal cepat tanpa rasa sakit) metode yg d pakai barat, tapi tetap konvensional, rasanya sama saja dengan sembelih hanya sembelih dapat berakibat banyak hal, bagaimana bila sang penyembelih melakukan kesalahan tidak memotong tepat di pembuluh yang menyebabkan hewan mati lebih tersiksa? kalau guilotine pasti sangat tepat dan cepat dan tidak perlu biaya mahal seperti stun gun besar atau yang lainnya. guilotine atau alat penggal sudah bnyak d gunakan inggris, prancis dan china jaman dahulu, hanya saja bukan pada hewan tapi digunakan untuk memenggal kriminal.

  6. to the point,
    trimakasih info ini, cukup membantu kami yg tidak tahu menahu(tidak terlalu memperhatikan) tentang hak azasi hewan (ternyata ada hak asasi hewan gitu…).
    melanjutkan proses penyembelihan, klo syar’i dengan memotong vena dan nadi, saya kira cukup jelas dan mudah dipahami karena dibuktikan dengan baik.
    Selanjutnya ada ndak kepentingan dari syar’i klo menyembelih hewan tidak boleh sampai putus(tulang) dan menunggu sampai betul2 mati baru di putus kepala dengan badanya (potong tulangnya), sepengetahuan saya kalo terlanjur memotong sampai putus semua (termasuk tulang) sehingga terpisah kepala dan badan sebelum mati termasuk haram… benar ndak ya? dan apa kepentingan syar’i ini, barang kali teman2 ada yang lebih tahu.
    thank’s before it

  7. Bagus loh beritanya… Membuka kebingunganku selama ini tentang “sakit ga sih si sapi kalo disembelih?”… Ternyata begitu… Hehe… Makasih ya infonya… Sangat berguna…
    Pas masih kecil aku sering gak tega liat sapi disembelih pas Idul Adha… Tapi dengan begini aku tau… Semuanya sudah diatur oleh Allah SWT Yang Maha Mengetahui…

  8. Lihatlah ke mata hewan tersebut, baiklah itu sapi, ayam, kambing, atau lainnya. Disaat sebelum mereka dipenggal, rasakanlah betapa inginnya mereka tidak dibunuh, betapa inginnya mereka hidup senang layaknya seorang manusia. Intropeksilah diri anda. Apakah benar kita membunuh makhluk hidup untuk kenikmatan kita? Bukannya itu sangat selfish dan munafik, dimana kita sekarang hidup di jaman modern dan mempunyai teknologi untuk mengkomsumsi makanan yang tidak memerlukan pembunuhan terhadap hewan-hewan tersebut. Kesampingkanlah semua agama dan belajarlah dari rasa cinta kasih sesama makhluk hidup.

    • setuju sekali dengan Xolture,hewan pun punya perasaan,seperti rasa takut pada saat akan dibantai…rasa gembira(pada seekor anjing)yang menyambut pulang majikannya…sudah selayaknya manusia lebih memperhatikan hal tersebut.mereka semua juga adalah ciptaan Tuhan.Jangan hanya memikirkan “betapa lezatnya daging ini”tanpa pernah tau bagaimana proses pembuatan daging tersebut sampai ke piring anda!

  9. anonymous said:

    kunjungi group FACEBOOK “stop cruelty in slaughter-house of Indonesia (stop kekejaman rumah jagal)”

    Ternyata rumah jagal sama sekali tidak menggunakan syari’at Islam. Tapi tetap saja yang kena dampaknya umat Islam.

  10. Semoga Hewan mendapat hak Asasi yang Sesuai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: