Share the Dreams

Orang Paling Keren

Haruskah saya mengakali search engine agar menempatkan halaman saya di urutan atas dengan keyword: orang paling keren (the coolest person). Jawabnya tentu tidak harus demikian. Dalam marketing memang diperlukan usaha keras agar informasi kita dapat mendominasi pasar. Bertitik tolak dari tak ingin orang kecewa saat mengklik tautan saya yang berhubungan dengan orang paling keren, kiranya fenomena orang paling keren ini perlu sedikit dibahas.

SEO (Search Engine Optimization) lahir karena kebutuhan untuk bersaing menempati urutan atas pada hasil pencarian untuk keyword tertentu. Ide SEO tersebut bukanlah suatu hal yang buruk melainkan suatu kreatifitas. Saking kreatifnya orang lalu diadakan SEO contest, siapa yang bisa menempati ranking atas untuk search term: orang paling keren dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya kebanyakan halaman untuk contest berisi informasi yang tak berguna sama sekali dengan kata lain isinya adalah sampah informasi (junk of information). Ini adalah sebuah konsekuensi, tetapi coba bayangkan kalau sampah merajalela tanpa ada kendali. Haruskah dunia yang kita tempati selalu dihantui dengan sampah? Jawabnya tentu tidak. Semua tergantung pada manusia karena manusialah yang membuat sampah.

Saya termasuk pecinta lingkungan, tidak ingin membuat polusi, setidaknya dapat dimulai dari diri sendiri. Jadi kiranya tidak begitu perlu bagi saya untuk membuat target urutan atas untuk search term: orang paling keren. Dalam konteks Clean (White) SEO untuk informasi yang valid adalah suatu yang perlu dilakukan.

Meluasnya fenomena orang paling keren tak dapat dihindari, sehingga berbagai komunitas diluar dari komunitas inisiator dapat dengan mudah nimbrung kontes-kontesan orang paling keren ini. Hal itu sah-sah saja karena berada di public area dan tidak ada yang melarangnya. Perbedaanya mungkin adalah orang luar ga bisa dapat hadiah meski rangkingnya tertinggi :-p Kalau kita positive thinking dunia ini luas ada banyak harapan & peluang, ada banyak misteri yang kadang-kadang muncul begitu saja dihadapan kita.

Yang mungkin lebih menarik adalah keberadaan tools untuk end user. Sehingga saat ini gak perlu menjadi techie person kalau ingin ikutan utak-atik di dunia maya. Setidaknya itu dibuktikan pada contest ini.

Bicara tentang keren, keren adalah adalah bahasa gaul lokal yang belum resmi menjadi bahasa Indonesia. Biasanya anak muda menggunakan istilah keren ketika melihat kekaguman pada suatu penampilan. Jadi kalau melihat orang dengan penampilan cantik dan menarik maka dibilang: wah.. keren! Karena merupakan ekspresi yang sifatnya mendadak dalam merespon kekakguman pada suatu penampilan fisik, maka atribut keren tersebut mempunyai sifat cepat muncul dan cepat menghilang. Tidak perlu merisaukan apakah kita dicap keren, orang keren, bahkan orang paling keren atau tidak sama sekali.

Bagaimana kalau kata keren diterapkan pada benda, jadi bukan hanya orang paling keren tetapi ada juga misalnya: buku paling keren, lagu paling keren, film paling keren, situs paling keren, motor paling keren, mobil paling keren dan sebagainya.

Kalau posting ini sedikit membingunkan, mungkin inilah yang disebut tulisan paling keren, kata pepatah dibalik ke-njlimet-an ada keindahan. Bagaimanapun kontes-kontesan ini dapat merupakan feedback yang berharga bagi pihak search engine seperti Google atau Yahoo.Thanks juga for SEO creativities.

Pesan moralnya adalah: ikutlah kontes dengan clean SEO dan naikanlah urutan secara alamiah dan ilmiah clean SEO, itulah yang terbaik untuk dunia ini.

Do you want to dig more on “orang paling keren”? it’s fair enough to list some links here:

Comments on: "Orang Paling Keren" (2)

  1. wow.. keren deh !

  2. yg keren ya orang paling keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: