Archive Page 2
Maafkan aku
(For my best friend, untuk sahabatku)
Maafkan aku
… bila menyentuh jiwa angkuh mu
… bila menjamah ranah ego mu
… bila menghalau cerah senyum mu
… bila menutup bening pandang mu
Maafkan aku
… telah membiarkan perginya angin
… bersama dinginnya pagi
… menjejakkan kaki di bukit
… meninggalkan hati terpatri
Maafkan aku
… atas galau membungkam mimpi
… atas duka menghujam hati
… atas cemburu di sudut hati
… atas lembut sungai di mata ini
Maafkan aku sahabatku…
Filed under: Prosa, Uncategorized | 2 Comments
Tags: Angkuh, cemburu, Maaf
Bermain dengan Hotspot
Kata hotspot dulu banget.. sering terdengar dalam berita ketika sedang membicarakan citra satelit pada peristiwa kebakaran (hutan). Citra satelit yang terdapat sorotan panas (hotspot) mengindikasikan bahwa pusat-pusat kebakaran ada di daerah tersebut.
Analog dengan itu tetapi beda konteks, hotspot saat ini menjadi kata untuk menunjukkan area yang terjangkau layanan wi-fi (wireless fidelity) atau jaringan nir kabel. Dalam area tersebut terdapat titik-titik pusat pancaran wi-fi yang disebut access points. HotSpot akhirnya menjadi suatu istilah yang menunjukkan adanya fasilitas internet tanpa kabel pada suatu area. Dan bila kita bicara masalah hotspot saat ini, maka yang dimaksud adalah adanya wireless network atau wi-fi, khususnya adalah Internet. Coba googling aja: hotspot pasti berhubungan dengan internet wi-fi.
Filed under: Teknologi Informasi | 32 Comments
Tags: AAA, hotspot, wi-fi
Untuk sebuah senyuman
(Mengapa kau bersedih?)
Karena
Tiada senyum
Tiada perasaan
Tiada kejujuran
Tiada hati
Teman
Terlalu bersalah kah aku
Terlalu jelek kah aku
Terlalu rendah kah diriku
Tuhan
Terlalu hina kah hamba Mu ini
Begitu tak pantas kah mahluk Mu ini
Untuk sebuah senyuman…
Filed under: Abstrak, Prosa | 2 Comments
Kartini Effect
Subuh tadi dalam perjalanan menuju langgar, seperti biasa saya melewati sebuah salon. Tapi.. ada yang lain dari biasanya karena di pagi buta ini terlihat aktifitas di salon itu. Pagi-pagi begini sudah sibuk? Sesaat kemudian sepulang dari langgar sudah banyak pelanggan di salon itu. Pada ngapain ya mereka, apa ada hajatan jadi pagi-pagi sekali harus sudah bersiap-siap?
Jadi ingat sekitar seminggu yang lalu saya dengar negosiasi antara pemilik dan pelanggan untuk tata rias tanggal 21. Waktunya setelah subuh, bahkan ada yang mau datang jam 2 malam! Saya ingat-ingat kembali apa yang mereka bicarakan, o… iya mereka mau meriaskan putra-putrinya dalam rangka mengikuti sebuah acara di sekolah.
Tanggal 21 kesibukkan di salon-salon meningkat diserbu pelanggan, untuk menyewa kostum atau untuk merias. Sampai-sampai ada yang mau datang jam 2 malam. Apa nggak ngantuk ya, kasihan juga kan anaknya? Continue reading ‘Kartini Effect’
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment
Tags: Hari Jadi, Kartini, Ulang Tahun
Sebatas Impian
Sejak mengenalmu, inilah pertama kali ini aku melihat kau bohong padaku. Saat itu kau kelihatan beda. Aku tahu itu bukanlah dirimu. Biasanya senyum khas-mu hangat, terbuka dan apa adanya.
Cahayamu meredup, candamu memudar
Bicaramu pada angin, sapaku menghilang di awan
Tak menyisakan waktu, kau vonis diriku tak berguna
Begitu mudahnya keputusanmu, hanya dalam hitungan detik. Begitu seriusnya dirimu seolah tak mau peduli lagi, kau lempar realita yang selama ini menenamimu.
Tak percaya kau melakukannya, tak ada salahku yang sebanding dengan vonismu itu. Tak pernah aku menyakitimu, menyusahkanmu atau mengganggu dirimu.
Ini tak masuk akal, tak adil dan tak berperasaan, pepatah itu mengingatkanku… ”Habis manis sepah dibuang”
Aku tak tega melihat kau memaksakan diri menjadi orang lain. Mengapa kau harus sebegitu kejam, bercanda ria bersama awan, diatas hati yang terluka. Tiap hari, tiap jam, tiap detik kau menyakitiku. Continue reading ‘Sebatas Impian’
Filed under: Uncategorized | 9 Comments
Tags: cinta, kisah cinta, sahabat
Cinta
Tiba-tiba saja muncul perasaan kuat untuk menuliskan tentang cinta. OK biarlah semua tertuang seperti ini:
Cinta ialah sang penyatu
ia meminimalkan perbedaan-perbedaan
ia menghaluskan perasaan-perasaaan
Untuk saling menerima apa adanya
Cinta, ialah udara kehidupan
Netral tak berwarna tak membedakan latar
Cinta, ia membangkitkan, ia juga menghempaskan
Begitu hebatnya cinta, pernahkah kau merasakan hebatnya cinta?
Filed under: Prosa, Spirit | 6 Comments
Tags: cinta, maknacinta, universal
I’m Back
Akhirnya… ngeblog lagi. Sudah lama kepengin nulis tapi gagal melulu. Terlalu sibuk..? no comment ah.. gak mutu
By the way ada aja yang mampir ke blog ini, terima kasih atas kedatangan SayapKu. Ade banyak melukiskan cerita-cerita mengharukan, saking banyaknya saya gak bisa mengikuti tiap postingnya, mungkin nanti pake RSS saja. Ada lagi someone by the name Munggur just another blogger. Beberapa Comment mampir mengusir sepi.
Yang penting now I’m started over again ya…
Intermezzo saja nih.. beberapa bulan yang lalu saya dapat Email Alert dari Pandi (Pengelola Nama Domain Id) sebuah organisasi yang belum lama lahir. Email tersebut memberi peringatan kalau domain saya segera habis akhir Oktober ini. Berhubung masih ada duit :-p beberapa saat kemudian saya perpanjang. Tak sengaja ketika saya menelusuri situs indosat.co.id dan philips.co.id gak bisa terbuka karena di blokir oleh Pandi. Rupanya ada juga situs perusahaan besar yang kelupaan memperpanjang domain. Mungkin masih ada selain dua contoh diatas ?
Filed under: Teknologi Informasi | 6 Comments
Tags: domain expired, Indonesia Top Level Domain

