<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cahaya Press &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://cahya.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahya.wordpress.com</link>
	<description>chasing the dreams</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2009 09:13:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='cahya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8c487bb9fa5ea44458b294734f11c37f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cahaya Press &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cahya.wordpress.com/osd.xml" title="Cahaya Press" />
		<item>
		<title>In Memory</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2008/10/25/in-memory/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2008/10/25/in-memory/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 06:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[breast cancer]]></category>
		<category><![CDATA[haru]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Mbak Emy, begitulah bila aku dengar bu guru memanggilnya, dia adalah istri dari seorang temanku. Ketika saya datang ke rumahnya selasa kemarin (14/10), perasaan haru merasuk apalagi bila melihat kedua puteranya dengan baju hitam duduk disampingku. Mereka memang masih kecil mungkin masih SD, tetapi ibunya telah meninggalkan mereka pada usia 40 tahun.
Innalihahi wa inna illahi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=113&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/ermy.jpg?w=300"><img class="size-medium wp-image-115 alignright" title="ermy" src="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/ermy.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Mbak Emy, begitulah bila aku dengar bu guru memanggilnya, dia adalah istri dari seorang temanku. Ketika saya datang ke rumahnya selasa kemarin (14/10), perasaan haru merasuk apalagi bila melihat kedua puteranya dengan baju hitam duduk disampingku. Mereka memang masih kecil mungkin masih SD, tetapi ibunya telah meninggalkan mereka pada usia 40 tahun.</p>
<p><span style="color:#333399;"><em>Innalihahi wa inna illahi roji’un</em>.</span></p>
<p>Pemandangan itu menyulut alam bawah sadar, hingga basah di sudut mata tatkala mereka ikut mensholatkan ibunya bersamaku.</p>
<p>Tak bisa membayangkanya, bagaimana repotnya bila harus mengurusi dua hati tanpa ibunya. Anak-anak juga repot karena harus memulai menempuh hidup tanpa keberadaan ibunya sejak menginjak usia sangat muda.</p>
<p><span style="color:#000080;"><span id="more-113"></span>Ya Allah limpahkanlah bimbingan dan keselamatan kepada mereka agar dapat menjalani hidup dengan baik di jalan yang Kau ridhoi.</span></p>
<p>Meski nampak aktif di berbagai kegiatan, mbak Emy sudah beberapa tahun menderita <em>breast cancer</em>. Begitu seriusnya <em>breast cancer</em> itu, ini untuk ketiga kalinya saya melihat kasus yang sama. Meski telah menjalani berbagai pengobatan medis maupun alternatif, namun keputusan terakhir bukan di tangan manusia.</p>
<p>Sekali lagi pelajaran buat kita yang masih mempunyai, bahwa setiap saat kita bisa dipanggil tanpa ada yang bisa menghalangi. Setiap yang hidup pasti mati, semua yang kita lihat bukanlah milik kita dan pasti kembali ke asalnya.</p>
<p><span style="color:#000080;">Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia</span></p>
<p>Selamat Jalan mbak Emy. Foto diatas adalah kenangan yang saya ambil setahun yang lalu pada acara funbike 17an.</p>
Posted in Kesehatan, Spirit, Uncategorized Tagged: breast cancer, haru, kembali <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=113&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2008/10/25/in-memory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/ermy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ermy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meranggas</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2008/10/22/meranggas/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2008/10/22/meranggas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 01:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[meranggas]]></category>
		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[
Setengah enam pagi (10/10) cuaca berkabut disekitar rumah saya, pandangan mata terbatasi kabut cukup tebal hanya menjangkau beberapa meter ke depan. Pemandangan ini jarang terjadi, layaknya di dataran tinggi saja. Sebuah pohon Pete menjulang tinggi nampak jelas dengan latar belakang kabut yang terang oleh pantulan sinar mentari pagi.
Ia telah kehilangan seluruh daunnya yang gugur oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=98&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/image017-e.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-104" title="image017-e" src="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/image017-e.jpg?w=180&#038;h=230" alt="meranggas" width="180" height="230" align="left" /></a></p>
<p>Setengah enam pagi (10/10) cuaca berkabut disekitar rumah saya, pandangan mata terbatasi kabut cukup tebal hanya menjangkau beberapa meter ke depan. Pemandangan ini jarang terjadi, layaknya di dataran tinggi saja. Sebuah pohon Pete menjulang tinggi nampak jelas dengan latar belakang kabut yang terang oleh pantulan sinar mentari pagi.</p>
<p>Ia telah kehilangan seluruh daunnya yang gugur oleh waktu serta terik di siang hari. Kehilangan itu tak menjadikannya mati, sedikit demi sedikit daunya tumbuh kembali, menggantikan daun-daun tua yang telah selesai bertugas. Proses yang kita kenal dengan istilah meranggas. Menahan diri dari penguapan air oleh panas yang berlebihan, serta mengganti daun lama dengan daun baru untuk mendapatkan hasil fotosintesis yang lebih baik.</p>
<p>Begitulah sebuah pohon berganti tunas, berganti semangat dengan asa yang selalu diperbaharui. Begitu juga seharusnya yang terjadi pada diri kita di Bulan Syawal ini. Bulan yang kita kenal sebagai bulan peningkatan. Setelah menjalanni <em>training</em> Ramadhan sebulan penuh, menahan diri dari berbagai nafsu, manusia seharusnya mengalami peningkatan; pengalaman spritualnya, kematangannya dan pemahamannya akan kehidupan semuanya harus meningkat. Dan setelah kita menyadari akan kesalahan-kesalahan kita maka tinggalkan kesalahan masa lalu dan gantilah dengan kebenaran. Tentu saja peningkatan itu terjadi bila <em>training</em> kita berhasil, tapi berhasilkah kita? Hanya diri kita sendiri yang tahu.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><strong>Selamat Idul Fitri 1429 H, maafkan bila ada salah dan khilaf selama ini.<br />
</strong></span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><strong>Semoga amalan kita diterima Allah SWT, Amin.</strong></span></p>
Posted in Spirit, Uncategorized Tagged: idul fitri, meranggas, syawal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=98&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2008/10/22/meranggas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahya.files.wordpress.com/2008/10/image017-e.jpg?w=76" medium="image">
			<media:title type="html">image017-e</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan aku</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2008/05/24/maafkan-aku/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2008/05/24/maafkan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 04:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Angkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[(For my best friend, untuk sahabatku)
Maafkan aku
… bila menyentuh jiwa angkuh mu
… bila menjamah ranah ego mu
&#8230;  bila menghalau cerah senyum mu
&#8230;  bila menutup bening pandang mu
Maafkan aku
&#8230; telah membiarkan perginya angin
&#8230; bersama dinginnya pagi
&#8230; menjejakkan kaki di bukit
&#8230; meninggalkan hati terpatri
Maafkan aku
&#8230; atas galau membungkam mimpi
&#8230; atas duka menghujam hati
&#8230; atas cemburu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=78&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#999999;">(For my best friend, untuk sahabatku)</span></p>
<p><strong>Maafkan aku</strong><br />
… bila menyentuh jiwa angkuh mu<br />
… bila menjamah ranah ego mu<br />
&#8230;  bila menghalau cerah senyum mu<br />
&#8230;  bila menutup bening pandang mu</p>
<p><strong>Maafkan aku</strong><br />
&#8230; telah membiarkan perginya angin<br />
&#8230; bersama dinginnya pagi<br />
&#8230; menjejakkan kaki di bukit<br />
&#8230; meninggalkan hati terpatri</p>
<p><strong>Maafkan aku</strong><br />
&#8230; atas galau membungkam mimpi<br />
&#8230; atas duka menghujam hati<br />
&#8230; atas cemburu di sudut hati<br />
&#8230; atas lembut sungai di mata ini</p>
<p><span style="color:#999999;">Maafkan aku sahabatku&#8230;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/78/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/78/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=78&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2008/05/24/maafkan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartini Effect</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2008/04/21/kartini-effect/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2008/04/21/kartini-effect/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 07:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Subuh tadi dalam perjalanan menuju langgar, seperti biasa saya melewati sebuah salon. Tapi.. ada yang lain dari biasanya karena di pagi buta ini terlihat aktifitas di salon itu. Pagi-pagi begini sudah sibuk? Sesaat kemudian sepulang dari langgar sudah banyak pelanggan di salon itu. Pada ngapain ya mereka, apa ada hajatan jadi pagi-pagi sekali harus sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=73&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><a href="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-74 alignright" style="float:right;" src="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg?w=78&#038;h=96" alt="kartini ku" width="78" height="96" /></a>Subuh tadi dalam perjalanan menuju langgar, seperti biasa saya melewati sebuah salon. Tapi.. ada yang lain dari biasanya karena di pagi buta ini terlihat aktifitas di salon itu. Pagi-pagi begini sudah sibuk? Sesaat kemudian sepulang dari langgar sudah banyak pelanggan di salon itu. Pada ngapain ya mereka, apa ada hajatan jadi pagi-pagi sekali harus sudah bersiap-siap?</p>
<p style="text-align:left;">Jadi ingat sekitar seminggu yang lalu saya dengar negosiasi antara pemilik dan pelanggan untuk tata rias tanggal 21. Waktunya  setelah subuh, bahkan ada yang mau datang jam 2 malam! Saya ingat-ingat kembali apa yang mereka bicarakan, o&#8230; iya mereka mau meriaskan putra-putrinya dalam rangka mengikuti sebuah acara di sekolah.</p>
<p style="text-align:left;">Tanggal 21 kesibukkan di salon-salon meningkat diserbu pelanggan, untuk menyewa kostum atau untuk merias. Sampai-sampai ada yang mau datang jam 2 malam. Apa nggak ngantuk ya, kasihan juga kan anaknya?<span id="more-73"></span></p>
<p style="text-align:left;">Ingat tanggal 21 April ingat hari Kartini. Sebuah momen penting bagi bangsa ini untuk mengingatkan kembali akan eksistensi kaum perempuan Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;">Selamat hari Kartini perempuan Indonesia! Semoga semangat Kartini mampu menginspirasi dan membangkitkan kaum perempuan sesuai kodrat dan jamannya.</p>
<p style="text-align:left;">Terlepas dari apa dan bagaimana cara orang memperingati dan memaknai perjuangan Kartini, kesibukkan yang cukup unik pada tanggal 21 April di salon-salon merupakan sebuah <em>Kartini Effect </em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Sekedar menulis nih, soalnya sudah berapa bulan saya ”nggak mampu” nulis, sebagai pengobat rinduku untuk ngeblog lagi, <em>to keep blogging</em>…hehe.</p>
<p style="text-align:left;">Makna apa yang bisa digali dari sebuah perjuangan emansipasi. Efek apa saja yang muncul karena emansipasi itu. Tak banyak diperhatikan orang saat ini, seolah sudah menjadi suatu yang wajar terjadi bahwa perempuan sah-sah saja memainkan perannya sesuai dengan keinginannya. Namun demikian perempuan mempunyai kodrat yang sebaiknya tak boleh dilupakan, sehingga terjaga perannya sebagai perempuan.</p>
<p style="text-align:left;">Ada yang tak kalah pentingnya di tanggal 21 ini adalah hari jadi <strong><a href="http://cahya.wordpress.com/syifa/">Kartiniku</a></strong>.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-74" src="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg?w=205&#038;h=250" alt="" width="205" height="250" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800080;"><span>Kartiniku</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span>Tak terasa tiga  tahun berlalu<br />
Sejak fajar mulai tersenyum<br />
Menyapa menggantikan malam<br />
Menyambutmu bersama embun<br />
Mencurahkan kesejukkan dan kehangatan<br />
Meletakkan sebuah asa yang terhampar </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;">Maafkan aku untuk terbatasnya waktu<br />
Untuk kesibukan paruh duniaku</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800080;">aku masih terlalu sibuk<br />
Selamat ulang tahun ke 3 Kartiniku !</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=73&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2008/04/21/kartini-effect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg?w=78" medium="image">
			<media:title type="html">kartini ku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahya.files.wordpress.com/2008/04/sifa-1.jpg?w=205" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sebatas Impian</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2008/01/15/sebatas-impian/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2008/01/15/sebatas-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 04:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/2008/01/15/sebatas-impian/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak mengenalmu, inilah pertama kali ini aku melihat kau bohong padaku. Saat itu kau kelihatan beda. Aku tahu itu bukanlah dirimu. Biasanya senyum khas-mu hangat, terbuka dan apa adanya.
Cahayamu meredup, candamu memudar
Bicaramu pada angin, sapaku menghilang di awan
Tak menyisakan waktu, kau vonis diriku tak berguna
Begitu mudahnya keputusanmu, hanya dalam hitungan detik. Begitu seriusnya dirimu seolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=71&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#003366;">Sejak mengenalmu, inilah pertama kali ini aku melihat kau bohong padaku. Saat itu kau kelihatan beda. Aku tahu itu bukanlah dirimu. Biasanya senyum khas-mu hangat, terbuka dan apa adanya.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Cahayamu meredup, candamu memudar<br />
Bicaramu pada angin, sapaku menghilang di awan<br />
Tak menyisakan waktu, kau vonis diriku tak berguna</em></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#003366;">Begitu mudahnya keputusanmu, hanya dalam hitungan detik. Begitu seriusnya dirimu seolah tak mau peduli lagi, kau lempar realita yang selama ini menenamimu.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Tak percaya kau melakukannya, tak ada salahku yang sebanding dengan vonismu itu. Tak pernah aku menyakitimu, menyusahkanmu atau mengganggu dirimu.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Ini tak masuk akal, tak adil dan tak berperasaan, pepatah itu mengingatkanku&#8230; ”</span><span style="color:#800080;">Habis manis sepah dibuang</span>”</p>
<p><span style="color:#003366;">Aku tak tega melihat kau memaksakan diri menjadi orang lain. Mengapa kau harus sebegitu kejam, bercanda ria bersama awan, diatas hati yang terluka. Tiap hari, tiap jam, tiap detik kau menyakitiku.</span><span id="more-71"></span></p>
<p><span style="color:#003366;">Apa yang kau lakukan kawan, mengapa tak bicarakan saja bila ada yang mengganjal di hati? Kalau masalah itu datang pada diriku tentu kita bisa atasi bersama. Kalau masalah itu ada dalam dirimu kenapa kau diam padaku.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Biasanya kau selalu mengekpsresikan hatimu, hingga kita bisa bercanda bersama berbagi pengalaman. Biasanya sapa khasmu yang <em>cempreng </em>itu menggema sampai ujung koridor. Kini yang nampak hanya tubuh yang membisu dan suara mesin presensi &#8220;kriiik&#8221; tanda kehadiran seseorang. </span></p>
<p><span style="color:#003366;">Sakit.. ya pasti sakit,  aku merasa dicampakkan, direndahkan, menjadi <em>persona non gatra</em> ketika ternyata kau tertawa ria di sisi lain. Sebagai manusia tentu aku punya kesalahan tapi&#8230; ibarat sebuah vonis, hukuman ini tak sebanding dan tak ada hubungannya dengan salah-salahku, sungguh kejam!<br />
</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Biarlah aku sakit, mungkin inilah takdirku, toh semua sudah tak ada gunanya lagi. Tuhan, ilusi atau kenyataankah yang aku hadapi ini? </span></p>
<p><span style="color:#003366;">Seribu kali kau sakiti diri ini tetap temanmu. Aku tetap sahabatmu&#8230; <strong>yang sejati</strong>. Kebangeten, aku tak bisa membencimu, karena membencimu tak sesuai kata hatiku <strong>karena aku menyayangimu.</strong></span></p>
<p><span style="color:#003366;">Itulah perasaan Satrio terhadap sahabatnya Riana, mereka teman serasi menurut pandangan teman-temannya. Tetapi Satrio telah beristri dan Riana pun telah bersuami, mereka juga telah memiliki momongan. Dalam hati mereka berkomitmen untuk menjaga persahabatan yang sejati. Persahabatan mereka sebatas tugas, profesi dan sosial-kemanusiaan. Namun demikian ada juga yang menilai lebih dari itu, namanya juga gosip.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Satrio lebih progresif dan perhatian pada orang yang dirasa cocok dengannya, tak terkecuali terhadap Riana. Sesuatu yang manusiawi dan Satrio selama ini berusaha untuk selalu berlaku logis. Karenanya dia ingin lebih banyak berbagi dan mengganggap Riana sebagai saudara sendiri.  Riana telah membangkitkan inspirasi tersendiri bagi Satrio, yaitu suatu keindahan, semangat tinggi, komitmen serta dedikasi .</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Sementara Riana lebih suka apa adanya tak terlalu vulgar. Persoalan sehari-hari yang bervariasi menghampiri, dari guyonan teman, pertanyaan, gosip dan hal-hal pribadi lainnya. Tiba-tiba Riana memutuskan semua ini harus berakhir. Satrio nggak boleh seperti itu, aku sudah memberi sinyal tapi dia tapi dia <em>ngeyel</em>. Akhirnya Riana yang  <em>nervous</em> berguman: &#8220;akan aku tunjukkan siapa diriku, bahwa aku bisa lebih kejam&#8221;. Dan itulah yang terjadi cerita diatas dari sudut pandang Satrio.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Duh.. sayang sekali ya persahabatan yang indah harus berakhir bukan karena sesuatu yang penting <span style="text-decoration:line-through;">bukan bersifat prinsip</span> .</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Kebaikan Satrio ternyata telah menyinggung hati Riana. Ketika merasa kehilangan, Satrio baru menyadari kalau selama ini dia telah menyayangi Riana. Satrio pun <em>shock</em> karena menurut perasaanya dia tak pernah menyakiti Riana.</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Riana yang menjadi emosional dan sensitif menganggap Satrio telah ingkar komitmen sahabat. Akhirnya apapun yang dilakukan Satrio menjadi salah. Riana lebih mementingkan egonya, tak percaya pada Satrio dan menganggap persahabatannya tak berguna. Walaupun tak terkatakan, di lubuk hati yang paling dalam Riana sebenarnya tak menemukan alasan kenapa dia harus melakukan itu semua pada Satrio. Tapi sebagaimana umumnya perempuan, Riana sekokoh batu tak tergoyahkan angin.</span></p>
<p><span style="color:#003366;"><strong>- Satrio</strong>: Kita mungkin berhadapan dengan impian, kita bisa menjaga impian itu.<br />
- <strong>Riana</strong>: itu mimpi yang terlarang!</span></p>
<p><span style="color:#003366;">Mimpi koq dilarang?</span></p>
<p><span style="color:#993300;">Satrio &amp; Riana keduanya tak jauh dari saya karenannya saya berusaha mengabadikan kenangan ini lewat sebuah pena hati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=71&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2008/01/15/sebatas-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hak Asasi Hewan</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2007/01/03/hak-asasi-hewan/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2007/01/03/hak-asasi-hewan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 09:13:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/2007/01/03/hak-asasi-hewan/</guid>
		<description><![CDATA[Setidaknya pernah dua kali mengikuti khotbah jum&#8217;at yang materinya berkaitan dengan hak asasi hewan. Nara sumbernya dari orang yang berkompeten dalam kedokteran hewan. Belum lama saya membaca kembali masalah ini di blog nya Nur Aini Rahmawati. Sekedar me-refresh kembali mudah-mudahan bermanfaat.
Mematikan hewan (untuk dikonsumsi) secara konvensional adalah memotong pembuluh nadi dan vena di leher dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=57&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setidaknya pernah dua kali mengikuti khotbah jum&#8217;at yang materinya berkaitan dengan <strong>hak asasi hewan</strong>. Nara sumbernya dari orang yang berkompeten dalam kedokteran hewan. Belum lama saya membaca kembali masalah ini di blog nya <a href="http://ai23.wordpress.com/2006/12/27/mengapa-harus-makan-daging-sembelihan/">Nur Aini Rahmawati.</a> Sekedar me-<em>refresh</em> kembali mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Mematikan hewan (untuk dikonsumsi) secara konvensional adalah memotong pembuluh nadi dan vena di leher dengan menyembelih. Cara itu rupanya mengusik hati sebagian kelompok karena diperkirakan hewan mengalami rasa sakit yang tinggi. Karenanya dikatakan sebagai  menyiksa, sehingga tidak humanis dan tidak mengindahkan <strong>hak asasi hewan</strong>? Selain itu ada juga yang menilai <em>show off </em>(unjuk gigi)<em> </em>perilaku <em>bar-bar</em> dengan pembunuhan besar-besaran saat ibadah Qurban Idul Adha.</p>
<p><span id="more-57"></span>Maka dibuatlah metode-metode modern ala barat yaitu dengan melemahkan lalu membunuh. Ada berbagai cara diantaranya membius; memukul otak dengan <em>stunning gun</em> (pistol kejut); menyetrum (dng listrik) dan menusuk jantung; Metode modern tersebut diklaim dapat mengurangi rasa sakit pada hewan sehingga dinilai lebih humanis dan memperhatikan hak asasi hewan.</p>
<p>Adanya dua kateogori metode yaitu: metode konvensional dan metode modern telah menarik Prof. Schultz dan Dr. Hazim dari <a href="http://www.uni-hannover.de">Universitas Hannover Jerman</a> untuk meneliti masalah tersebut secara ilmiah. Maka mereka mengadakan penelitian pada obyek rasa sakit yang dialami hewan saat disembelih; perbandingan antara metode modern dengan metode konvensional. Deteksi yang digunakan diantaranya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electroencephalography">EEG (Electroencephalograph)</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/ECG">ECG  (electrocardiogram)</a>.</p>
<p>Metode Penelitian:</p>
<ol>
<li> Beberapa elektroda yang menyentuh permukaan otak ditanam melalui pembedahan dengan berbagai titik yang berbeda di kepala hewan.</li>
<li>Hewan-hewan tersebut dibiarkan melalui proses pemulihan selama beberapa minggu pasca pembedahan.</li>
<li> Beberapa hewan disembelih dengan cepat, menyembelih dengan pisau yang tajam pada leher dengan memotong pembuluh vena dan nadi (cara konvensional).</li>
<li> Beberapa hewan dibunuh dengan pistol kejut dengan metode barat modern.</li>
<li> Selama eksperimen, EEG dan ECG di semua binatang digunakan untuk merekam kondisi dari jantung dan otak sepanjang keadaan penyembelihan dan penembakan.</li>
</ol>
<p>Hasil rekaman penyembelihan konvensional:</p>
<ol>
<li> Tiga detik pertama setelah penyembelihan dengan metode penyembelihan konvensional pada EEG tidak terdapat perubahan dari sebelum penyembelihan. Hal ini menandakan bahwa hewan tidak merasakan sakit akibat pemotongan di leher.</li>
<li> Setelah 3 detik EEG memperlihatkan kondisi pingsan dari hewan tersebut karena kehilangan banyak darah dari tubuhnya.</li>
<li> Setelah 6 detik. EEG menyentuh level 0, yang menandakan tidak merasakan sakit.</li>
<li> Ketika level 0 sudah tercapai, jantung masih bekerja dan tulang belakang melakukan reflek yang menyebabkan darah keluar dari tubuh. Ini menyebabkan daging menjadi higenis (sehat) untuk dikonsumsi.</li>
</ol>
<p>Hasil rekaman metode modern:</p>
<ol>
<li> Setelah penembakan, hewan tampak tidak sadar.</li>
<li> EEG memperlihatkan sakit setelah penembakan tersebut.</li>
<li> Setelah penyetruman/penembakan jantung berhenti berdetak, hal ini menyebabkan banyak darah yang masih tersimpan dalam tubuh. Sehingga tidak layak dikonsumsi.</li>
</ol>
<p>Metode modern itu tidak terbukti secara ilmiah mengurangi rasa sakit, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya: hewan merasa jauh lebih tersakiti. Penggunaan <em>stunning gun</em> dapat merusak otak dan kerusakannya menyebar ke daging. Selain itu penggunaan kejutan juga dapat menghentikan detak jantung. Kualitas daging yang didapatkan kurang higienis karena darah tidak keluar secara optimal akibat berhentinya detak jantung.</p>
<p>Cara yang dituntunkan dalam Islam adalah dengan penyembelihan yang sempurna: pisaunya harus tajam dan tepat memotong pembuluh nadi dan vena sehingga semua berlangsung dengan cepat. Darah dapat dipompa keluar oleh jantung yang masih berdetak pasca penyembelihan.</p>
<p>Hewan yang mati bukan disembelih dengan niat karena Allah maka dagingnya tidak dihalalkan. Karenanya ada istilah daging halal dan tidak berdasarkan cara penyembelihan. Seperti terdapat di Qur&#8217;an surah Al Maidah ayat 3 yang artinya:</p>
<blockquote><p>“<em>Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala.</em>”</p></blockquote>
<p>Hewan lain yang akan disembelih tidak boleh dibiarkan melihat proses penyembelihan hewan atau melihat pisaunya sekalipun seperti yang terdapa pada hadits:</p>
<blockquote><p>“<em>Apakah kamu akan membunuhnya, sesudah dia menjadi bangkai? Mengapa tidak kamu asah pisaumu itu sebelum binatang tersebut kamu baringkan?” (Riwayat Hakim)</em></p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh karena itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu.” (Riwayat Muslim)</em></p></blockquote>
<p><em>Subhanallah</em>.. kalau kita perhatikan tuntunan itu adalah ilmu yang sangat berguna bagi manusia. Bayangkan dahulu kala ketika tidak ada orang memikirkan masalah hak asasi hewan, ternyata ada  juga petunjuk bagaimana menyembelih yang baik dan mendapatkan daging yang higienis. Selamat ber-qurban.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=57&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2007/01/03/hak-asasi-hewan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusuri Sungai Purba</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2006/12/28/menyusuri-sungai-purba/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2006/12/28/menyusuri-sungai-purba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Dec 2006 08:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/2006/12/28/menyusuri-sungai-purba/</guid>
		<description><![CDATA[Menyusuri aliran Bengawan Solo Purba sebuah tema yang cukup menantang, saya pun ikut acara itu hari minggu kemarin (17/12/2006).  Mengingat untuk ke lokasi harus melewati jalan menanjak, sering crowded dan lumayan jauh, maka kami bermalam di rumah teman di daerah Wonosari (sekitar 50an km dari Dermaga Sadeng). Esok paginya jam 5.30 baru kami berangkat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=55&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://cahya.files.wordpress.com/2006/12/peta-sadeng.jpg" title="peta-sadeng.jpg"><img src="http://cahya.files.wordpress.com/2006/12/peta-sadeng.thumbnail.jpg" alt="peta-sadeng.jpg" align="left" /></a>Menyusuri aliran <strong>Bengawan Solo Purba</strong> sebuah tema yang cukup menantang, saya pun ikut acara itu hari minggu kemarin (17/12/2006).  Mengingat untuk ke lokasi harus melewati jalan menanjak, sering <em>crowded</em> dan lumayan jauh, maka kami bermalam di rumah teman di daerah Wonosari (sekitar 50an km dari Dermaga Sadeng). Esok paginya jam 5.30 baru kami berangkat. Jalan aspal menuju Sadeng berada diantara perbukitan kapur dan sesekali terlihat jurang curam yang indah.</p>
<p>Pegunungan kapur konon ceritanya adalah dasar lautan, jadi sekarang nampak bagaikan bukit-bukit karang. Pantai Laut Selatan Jawa &#8220;didongkrak&#8221; oleh proses alami tumbukkan lempeng bumi, sehingga permukaanya naik melebihi daratan (berlangsung selama ribuan sampai jutaan tahun). Hasilnya sekarang menjadi pemandangan yang indah, dimana lagi kalau tidak di pegunungan seribu Kabupaten Gunung Kidul.</p>
<p><span id="more-55"></span>Lintas alam ini menyusuri lereng bukit-bukit cadas putih yang panas sepanjang lebih kurang 10 km (dari rencana semula 22 km). Beberapa ruas jalan merupakan jalan setapak melewati areal bercocok tanam masyarakat setempat.</p>
<p>Di daerah yang termasuk susah air ini ada terlihat juga sebuah tandon air besar yang mungkin dibangun oleh PDAM dengan sumber air dari gua kecil dalam tanah (<a href="http://cahya.files.wordpress.com/2006/12/peta-sadeng.jpg" title="peta sadeng">lihat peta</a> tepatnya di Desa Sumberagung). Disebelahnya daerah bernama Tlogo Asat, mungkin daerah ini dulunya berisi air. Penduduk disekitar perbukitan itu sangat jarang, tidak dijumpai rumah sama sekali disekitar lokasi <em>hiking</em>. Ini memang daerah yang tidak mudah untuk dihuni.</p>
<p>Setelah melewati jalan-jalan setapak di lereng-lereng bukit kapur, jalan aspal mulai terlihat kembali menjelang rute perjalanan terakhir. Tapi..(ga&#8217; seperti yang dilihat) untuk mencapainya masih harus melewati jalan berliku-liku yang cukup panjang dan panas . Beberapa orang dan saya pun sempat terpeleset kerena tanahnya licin.</p>
<p>Walaupun kegerahan tapi saya puas dengan perjalanan lintas alam ini. Kesempatan untuk berolah raga sambil menikmati pemandangan langka. Sekaligus juga bisa menguji kemampuan fisik. Ternyata fisik saya masih ok, <em>no problem</em> dengan jalan cepat 10 km naik turun bukit &amp; dibawah terik matarahi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam acara ini rupanya banyak yang bertanya-tanya: dimana sih Aliran Bengawan Solo Purba yang disebut-sebut. Karena kita ngga merasa melalui daerah sungai apapun. Tak banyak yang tahu, termasuk panitia !? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sepanjang lintasan aspal kembali ke Sadeng saya berjalan diantara dua lajur perbukitan kapur yang tinggi dengan tebing curam. Sebuah pemandangan yang indah dan menakjubkan. Mengamati irama perbukitan dan jalanan, perasaan saya mengatakan ini mirip dengan sungai. Inikah dasar sungai purba itu yang menuju ke laut dan Dermaga Sadeng adalah muaranya?</p>
<p>Pertanyaan tadi terjawab setelah saya lihat peta <em>countur</em> yang terdapat tanda aliran Bengawan Solo Purba. Ya.. tepat dugaan saya, sejak awal tadi saya bertemu jurang yang curam dan indah dalam perjalanan menuju Sadeng. Jalan yang saya lewati dalam lintas alam sampai ke pantai Sadeng adalah aliran Bengawan Solo Purba! Wow.. hebat &amp; besar  Bengawan Solo itu ! Mungkin bekas Bengawan Solo ini akan tampak lebih jelas bila dilihat dari foto udara.</p>
<p>Alur sungai itu diperkirakan aktif sekitar 5 juta tahun yang lalu! belum ada manusia dong? Pantas saja ngga pada merasa melewati bekas sungai <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' />  pasti telah banyak sekali perubahan. Sekarang saja digunakan untuk bercocok tanam. Sulit membayangkan akhirnya sekarang Bengawan Solo mengalir ke utara ke Laut Jawa (bermuara di Gresik, Jatim). Mungkin karena perbukitan seribu meninggi dan mengepung aliran sungai sehingga mengalir ke laut utara? (jadi ingat lagu Bengawan Solo karya mbah Gesang) Subhanallah.. luar biasa kuasa Allah.</p>
<p>Yang terlewat adalah saya tidak sempat melihat-lihat lebih detil Dermaga Sadeng itu sendiri, seperti pelabunan dan pelelangan ikan, gimana sih.. tapi itu semua karena kesibukan pada masalah <em>hiking</em> saja.</p>
<p>Buat Badan Pariwisata Prop. DIY <em>next time</em> kalau mengadakan acara seperti itu, pikirkan juga aspek pengenalan lokasi kepada peserta, karena mengenal lokasi cukup bernilai tinggi.</p>
<p>- &#8211; -</p>
<p>Beberapa tautan berikut ini tentang Bengawan Solo Purba:<a href="http://rovicky.wordpress.com/2006/09/23/pantai-selatan-jawa-didongkrak/"><br />
</a></p>
<ul>
<li><a href="http://rovicky.wordpress.com/2006/09/23/pantai-selatan-jawa-didongkrak/"> Pantai-selatan-jawa-didongkrak</a></li>
<li><a href="http://scrapman.wordpress.com/2006/11/09/situs-bengawan-solo-purba"> Situs-bengawan-solo-purba</a></li>
<li><a href="http://www.koranmerapi.com/article.php?sid=6104"> Berita Koran Merapi tentang Bengawan Solo Purba</a></li>
<li><a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/sadeng/"> Info Pantai Sadeng di yogyes.com</a></li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=55&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2006/12/28/menyusuri-sungai-purba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cahya.files.wordpress.com/2006/12/peta-sadeng.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta-sadeng.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Berlalu</title>
		<link>http://cahya.wordpress.com/2006/10/23/ramadhan-berlalu/</link>
		<comments>http://cahya.wordpress.com/2006/10/23/ramadhan-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2006 05:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahya.wordpress.com/2006/10/23/ramadan-berlalu/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Ramadhan tahun ini telah lewat. Seperti bulan-bulan sebelumnya saya masih terkendala &#8220;kekurangan waktu&#8221; hingga tak sempat merekam banyak peristiwa dalam blog, lagi-lagi belum ideal blog ini.  
Ini tentang Ramadhan kok jadi bicara masalah blog. Tetapi sebenarnya kekurangan waktu saya bukan hanya untuk blog tapi untuk semua: untuk keluarga, untuk karir, untuk hidup, untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=49&subd=cahya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya Ramadhan tahun ini telah lewat. Seperti bulan-bulan sebelumnya saya masih terkendala &#8220;kekurangan waktu&#8221; hingga tak sempat merekam banyak peristiwa dalam blog, lagi-lagi belum ideal blog ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini tentang Ramadhan kok jadi bicara masalah blog. Tetapi sebenarnya kekurangan waktu saya bukan hanya untuk blog tapi untuk semua: untuk keluarga, untuk karir, untuk hidup, untuk ramadhan, untuk ibadah dan juga untuk blog&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa yang dapat saya rasakan dengan berlalunya Ramadhan ini adalah berlalunya masa  penuh kesempatan emas, masa penuh pengampunan, masa berlimpah pahala, masa kebahagiaan.  Pagi, siang, malam dalam Ramadhan adalah masa yang berbeda.</p>
<p>Apa yang saya harapkan dapat berkecukupan adalah: &#8220;waktu dan kesempatan&#8221;. Diperlukan sebuah usaha agar &#8220;waktu dan kesempatan&#8221; menjadi cukup. Masih mendambakan suasana Ramadhan, rindu bertemu Ramadhan berikutnya.</p>
<p>Semoga Allah SWT menerima amalan dan ibadah kita.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cahya.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cahya.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cahya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cahya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cahya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cahya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cahya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cahya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cahya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cahya.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cahya.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cahya.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cahya.wordpress.com&blog=99418&post=49&subd=cahya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahya.wordpress.com/2006/10/23/ramadhan-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d50394bc90b0f8cb3c6403517779d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cahya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>