Doa dan Itikaf
Asyik.. ngeblog lagi nih.. setelah sekian lama dipusingkan kerjaan dan relasi. Oh ya ada saja satu teman saya yang telah menyita sebagaian besar energi, sampai-sampai ngga bisa ngebog, halah… keterlaluan. Yah saya terima saja dan kayanya hidup harus selalu seperti itu. Meski telat baru kali ini ngeblog lagi, di bulan Ramadhan yang udah hampir usai ini.
Ya Allah janganlah sampai Kau serahkan seluruh masalahku untuk kuselesaikan sendiri tanpa bantuanMu walau sekejap mata.
Sepenggal doa Nabi ketika beritikaf di bulan Ramadhan. Sungguh indah doa itu dan rangkaian doa lain yang tak sempat saya catat dari tausyiah kamis yang lalu, sayang ya? Hatiku pun ingin mengatakan yang sama meneladai suri tauladan dan uswah kita, nabi Muhammad SAW.
Suatu saat manusia akan sampai pada suatu waktu dimana dia merasa begitu lemah dan tak mampu menyelesaikan segala urusan. Kemana lagi aku harus mendekat, cinta mana lagi yang lebih abadi, cahaya siapa yang lebih terang, keindahan siapa yang lebih indah? Hari ini 28 Ramadhan masuk sepuluh hari terkahir, iktifalah, mendekatklah kepada yang paling pantas didekati.
Ramadhan ini, salah satu keinginan saya adalah beriktikaf sepuluh hari penuh. Tapi belum juga bisa terlaksana, banyak kegiatan lain yang mengganggu. Ah.. ternyata tak mudah. Mungkin tahun depan Insya Allah.
Istirahat dulu ah.. malam ini menjelang hari ke 29 termasuk malam yang utama. Siapa yang tak ingin ibadahnya dalam semalam dinilai sama dengan seribu bulan.
Ya Allah dekatkanlah aku dengan kebaikan hari ini dan setelah hari ini, dan agar Kau jauhkan aku dari kejelekan hari ini dan setelah hari ini.
Filed under: Spirit | Leave a Comment
Tags: itikaf, malam

No Responses Yet to “Doa dan Itikaf”