Menangislah Dia
10Jun08
Dia lelaki…
Tak peduli bergulirnya pagi
Tak berpikir luka nan perih
Tak kenal pedihnya tangis
Menangislah dia…
Menutup hati dengan bibir kelu
Menahan senyum di lubuk kalbu
Meletakkan asa terbelenggu
Angin menghempaskan impianya
Menerbangkan senyum dan tawa
Mengentaskan hayal dalam nyata
Menjatuhkan kerikil-kerikil ego
Keindahan yang tak terucapkan
Kecantikan yang tak terlihatkan
Melodi senada garis-garis wajah
Menerpa halus di relung-relung jiwa
Menyulut haru di sudut kalbu
Mengalirkan gemercik di kerasnya batu
Wajarkah seorang lelaki menangis? malu?
Filed under: Abstrak, Prosa | 2 Comments
Tags: egoisme, lelaki, luka, menangis

Menagislah mas.. akan saya pinjamkan pundah saya
@Rindu: thanks ade