Aa Gym dan Poligami
Saya bukanlah fans Aa Gym karena bagi saya Aa Gym masih biasa-biasa saja. Namun demikian, kesuksesan dia dalam beberapa hal (seperti MQ Online) adalah termasuk extraordinary karenanya pantas juga dia mendapat apresiasi.
Hanya saja sebagian besar massa fans Aa Gym yang notabene bermotivasi untuk lebih mendalami agama seolah mendapat ujian berat. Mereka bisa berpikir keliru pada suatu yang bagi mereka belum jelas. Kok bisa-bisanya yang semula mengidolakan dengan sangat mudah menilai jelek untuk suatu hal yang belum tentu negatif. Itulah sifat manusia !
Banyak yang terbalik pengertian bahwa menikah lagi adalah sunnah dan disarankan, tetapi tidak kalah banyak yang menghakimi poligami adalah sesuatu yang salah: pelakunya gak bener dan melanggar ham dsb. Seperti orang yang bingung dan terjebak dalam stigma keliru, akhirnya bisa menjadikan orang yang tidak menerima kebenaran.
Apakah isitilahnya poligami atau apa saja namanya, memiliki istri lebih dari satu adalah sah-sah saja hukumnya dalam Islam. Tetapi perlu diperhatikan, yang disarankan dan disunnahkan adalah menikah (sekali). Menikahi istri lebih dari satu tidak disarankan dalam Islam tetapi diperbolehkan dengan syarat: “mendapat restu istri pertama” dan “dapat berlaku adil”. Dua syarat tersebut tidak bisa dipandang ringan karena sarat akan makna yang lebih dalam.
Dengan dua syarat saja diatas tak sembarang orang mampu melakukannya. Tidak setiap laki-laki yang mampu pun perlu atau butuh melakukan poligami. Poligami bila dilakukan sepantasnya oleh orang yang luar biasa: visioner, tinggi ilmunya, kekayaannya mapan dan strategis sehingga bisa mencapai efek perubahan sosial menjadi lebih baik (jabaran dari syarat “adil”).
Kita bisa menangkap makna poligami dalam pandangan agama merupakan pilihan dengan pertimbangan yang luar biasa (statusnya seperti emergency). Yang mengetahui emergency atau tidaknya dalam hal ini adalah yang bersangkutan, orang-orang yang terlibat di dalamnya dan Tuhan.
Mengapa ada emergency atau toleransi semacam itu? Tuhanlah yang maha mengetahui rahasia alam semesta ini. Is it a blind faith? I don’t think so.. tidak semua yang ada di alam ini mampu dipahami oleh manusia. Kita memahami dan mempercayai suatu ilmu bukan hanya berdasar data empiris, tetapi juga berdasarkan tanda-tanda, logika dan perasaan hati akan kebenaran.
Sebagai orang yang memahami Islam dengan baik dengan pengalaman dan posisi sosial yang cukup, Aa Gym pasti telah mempertimbangkan hal ini sebagai pilihan terbaik.
.: Possibly Related Posts:
Filed under: Spirit | 11 Comments

assalamu alikum
menyikapi tentang kontraversi poligami yang lagi marak, seharusnya kita harus berfikir yang lebih jernih menyikapi sebuah hal, bukan berarti segala sesuatunya harus dikait2xkan.masih teringat dibenak kita beberapa fans Aa Gym yang menagis bahkan meraung mendengar berita di TV, dan denagn serta merta menggagalkan beberapa rencvana yang ada kaitannya dengan Aa gym, pernahkah kita bertanya kalu begitu dengan niat apa kita kajian, hanay karena ulah sebuah tokoh yang jelas dibenarkan oleh agama membuat kita membatalkan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat, ingat… jangan lihat siapa yang mengatakan tapi lihatlah apa yang dia katakan, Perbaiki niat ….
wassalam
asswrwb,
saya kasian ma Aa Gym …
sepertinya masyarakat terlalu “mengkultuskan” beliau
jadi begitu beliau mengumumkan kalau beliau berpoligami … seolah2 masy menganggap Aa Gym “berkhianat”
padahal kalau qta sikapi scr bijak …
toh itu kan hak beliau
beliau kan juga seorang manusia
dan beliau pasti mempunyai motivasi sendiri sehingga memutuskan untuk mengambil jalan ini [berpoligami]
qta sama skali ngga berhak “menghakimi” beliau atas kehidupan pribadinya !
mari qta sikapi secara bijak
masa masalah sgini aja langsung menjadi “masalah nasional”, sampe diperdebatkan segala
sudah jelas itu hukumnya dalam Al Qur’an
apalagi kalangan infotainment sudah mulai mengkorek2 kehidupan pribadi istri kedua Aa Gym
haduhhh … indonesiaa .. indonesiaa
PS : mesq saya belum siap hati andaikata saya dipoligami … tp saya tidak menentang poligami. hanya saja melihat begitu banyak pelaku2nya yang kurang bertanggung jawab, yang membuat saya sedikit meragukan “motivasi” kaum pria di indonesia untuk berpoligami. tp jelas TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN ada bbrp yang berhasil menerapkannya. salut saya untuk mereka =D
wassalam,
nEeNa-JoSE
zrynx.net
#1 Aida, banyak orang yang belum matang dalam memahami maupun menjalani hidup sesuai tuntunan, jadi perlu kiranya menelaah dan memahami lebih jauh akan ajaran Islam.
#2 nEeNa-JoSE, lagi-lagi masalah kedewasaan umat, menerima adanya poligami sesuai syariat tidak selalu identik harus berpoligami kan, semua tergantung situasi kondisi dan kebenaran motivasi dan niat laki-laki. Salut juga untuk nEeNa!
Ajaran tidak tegas.
#5 Known, itulah yang disebut abstrak, seperti ilmu hukum. Abstrak adalah suatu eksistensi, tegas atau tidaknya ada di hati.
Ini situsnya:
http://beritaheboh.wordpress.com/2007/09/27/akibat-poligami-aa-gym-bangkrut/
Akibat poligami, AA Gym bangkrut
Gara-gara poligami, dai kondang AA Gym kini jarang dipakai lagi. Bahkan kini, usaha yang dirintisnya juga mengalami kebangkrutan. Kabarnya lagi, para karyawan yang dipecatnya kecewa karena pesangonnya kecil.
Pegawai Da’arut Tauhid yang telah dipecat melakukan aksi protes karena pesangon yang diterima tidak sesuai. Menurut salah satu karyawannya yang dipecat, Manajemen Qolbu pimpinan AA Gym sudah berbuat tidak adil dan tidak sesuai dengan isi-isi ceramahnya selama ini.
Seperti diketahui sejak AA Gym memutuskan menikah lagi dengan janda cantik bernama Teh Rini, banyak orang memprotes dirinya dan menjadi tidak simpati lagi dengan AA Gym. Justru ketabahan Teh Nini, istri pertama AA Gym mendapat dukungan publik sehingga ia kini lebih sering tampil di muka publik dibanding AA Gym.
Ternyata poligami justru membuat masalah sendiri dalam kehidupan AA Gym. Mungkin jika AA Gym tidak berpoligami, Manajemen Qolbu tidak akan ditinggalkan sebagian orang dan tidak mengalami kebangkrutan. (ai)
Bila kita anggap berita itu benar, boleh jadi secara tak langsung AAG terkena efek dari poligami yang “dilakukannya”, tapi poligami tidaklah ditujukan seperti yang ada di berita heboh tersebut (memberi pesangon kecil, bangkrut, tidak adil, tidak sesuai kata dan perbuatan dll). Artinya kondisi negatif seseorang diperoleh dari apa yang dilakukannya, apa yang menjadi motivasinya dan apa yang mempengahurinya. Kelakuan dan pribadi seseoranglah yang paling bertanggung jawab menentukan kondisinya, citranya dan
tentu masih dipengaruhi faktor-faktor lain.
Bisa saja terjadi penurunan kepercayaan publik terhadap seorang pelaku bisnis atau public figure karena dia melakukan poligami. Semua tergantung pada opini yang berkembang di masyarakat, yang juga merupakan stake holder dari sebuah bisnis. “Kesalahan” yang dilakukan oleh seseorang bisa karena salah dalam melihat, memahami, menjalani maupun merencanakan kehidupannya. Semua orang berpotensi mengalami hal itu, termasuk kesalahan memutuskan untuk menikah/menikahi seseorang. Poligami tidak menuntun agar orang berbuat negatif.
Memang tidak mudah untuk memahami makna poligami dengan kata lain lebih mudah untuk mencap negatif poligami dibanding memilih sikap yang sabar. Demikian juga lebih mudah untuk melakukan poligami dahulu daripada memahami dan melaksanakan tuntunan secara tepat. Cerminan dari sikap grusa-grusu masyarakat suatu peradaban.
Yang jadi masalah bukan hak atau apapun. Poligami tetaplah poligami! Meskipun banyak org yang berpoligami, kita tidak perlu menjadikan mereka sebagai alasan bagi kita untuk berpoligami! Jangan berusaha untuk menjadi serupa dengan manusia yang hebat sekalipun! Berusahalah untuk menjadi seperti Allah (memang tidak mungkin tapi yg penting adalah Allah sudah melihat hati kita yg mau berbuat benar).
Poligami menunjukkan ketidaksetiaan dengan pasangan kita!
Kalau kita memang benar-benar mencintai pasangan kita, seharusnya kita tidak perlu mencari wanita atau pria lain dong!
Jangan gunakan Islam sebagai alasan untuk berpoligami!
Dalam Al Quran Surat An-Nissa ayat 3 ” .. Menikahlah kamu dengan perempuan pilihanmu dua atau tiga atau empat, tetapi jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka hanya satu”. Ayat ini -yang dikenal orang dengan sebutan ayat poligami- biasanya dijadiin landasan orang untuk beristri lebih dari satu.
Org2 menggunakan dasar ini untuk berpoligami. Mereka merasa diri mereka sudah bisa berlaku adil. Tapi, apakah itu benar? Apakah mereka sudah melakukan “adil” yg sesuai di mata Allah? Ataukah hanya “adil” di mata manusia?
Lagipula di ayat selanjutnya dituliskan :
“Kamu sekali-kali tidak akan dapat berbuat adil di antara isteri-isterimu, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” An-Nissa 129.
Jadi, setiap manusia tidak akan dapat berbuat adil thd istri2 atau suami2nya di mata Allah.
Kesimpulannya adalah ISLAM JELAS2 MELARANG YG NAMANYA POLIGAMI!!!!
#9 Savior, dikatakan bahwa “kamu tak dapat berbuat adil diantara istri-istrimu” itulah pentunjuk bahwa manusia tak akan mampu berbuat adil terhadap istri-istrinya. Jadi adil yang sebenarnya mungkin tak bisa didapatkan oleh manusia. Kalau takut tak bisa berbuat adil ya punya istri satu saja apa susahnya.
Tak ada yang menyebutkan bahwa kamu tak boleh mempunyai istri lebih dari satu bukan? Berhati-hatilah dalam menafsirkan. Masalah setia atau tidak tak berkaitan langsung dengan poligami. Orang yang setia kepada istri bisa juga berpoligami, terjadi masalah atau tidak dalam rumah tangga itu adalah tanggung jawab yang menjalaninya. Poligami hanya untuk pria, untuk wanita (poliandri) tidak ada tuntunan, jadi bisa dikatakan dilarang.
..hmm, nafsu masih mengambil peran dan menciptakan ilusi bantahan