Stress Pasca Gempa
Pasca gempa sering terdengar istilah PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) sedikit banyak gejala tersebut juga saya rasakan. Bahkan ada juga dari pihak relawan yang mengalami stress sampai harus dirawat di rumah sakit.
Berdiri diantara puing-puing bangunan dan membantu membersihkan rumah-rumah yang hancur. Merasakan bagaimana gempa mengguncang dan meruntuhkan bangunan, bagaimana nasib yang dibawah bangunan.
Sensitifitas orang yang mengalami gempa hebat atau berada di lingkungan korban gempa akan meningkat. Misalnya waspada terhadap gerakan dan suara yang mirip gempa. Tidur jadi tak tenang sebentar-sebentar bangun. Keadaan ini didukung dengan masih adanya gempa-gempa kecil yang mengejutkan.
Selain sensitifitas yang meningkat, stressing juga meningkat pada diri saya. Ditandai dengan rasa capek, lemes dan flu karena daya tahan tubuh menurun.
Kamis (8/6) sekitar jam sebelas siang datang gempa susulan yang lumayan terasa (4 Skala Richter). Gempa yang agak lama itu sempat membuat orang-orang panik. Saya pun ikut lari turun dan keluar gedung, maklumlah dalam memory saya, gempa besar tanggal 27 Mei lalu diawali dengan gempa-gempa kecil. Kalau ternyata gempa membesar seperti dulu, apa jadinya… kurang dari satu menit gedung & rumah bisa roboh!
Dampak dari kejadian gempa besar dapat menurunkan kinerja secara umum, maklumlah konsentrasi sedikit kacau, kelelahan meningkat, suasana kurang kondusif dan pasar yang tidak stabil.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment

No Responses Yet to “Stress Pasca Gempa”